|
Omega 3 Memperlambat Kerusakan Persendian |
Penyakit persendian merupakan masalah yang sering diremehkan. Sekitar 355 juta orang di seluruh duia menderita arthritis dan diprediksikan pada tahun 2025 nanti kelainan degeneratif pada tulang dan persendian akan menjadi penyebab umum cacat fisik.
Berdasarkan hasil riset terbaru yang diungkapkan dalam Simposium Kesehatan Persendian 2005 di Hongkong, 27 September lalu, banyak negara Asia akan menghadapi "bom waktu" masalah kesehatan persendian.
Penelitian yang dilakukan olah internasional Institute Synovate di lima negera Asia (Indonesia, Malaysia, Hongkong, Singapura dan Taiwan), menemukan bahwa lebih daaari 1 dari 4 orang dewasa (26%) menderita problem kesehatan persendian selama setahun terakhir. Ditambah lagi, hampir satu dari dua penderita (47%) mengatakan bahwa kondisi mereka telah berpengaruh secara signifikan terhadap kehidupannya sehari-hari. Karena mengurangi aktivitas dan kreativitas yang berdampak pada penurunan produktivitas seseorang, masalah persendian harus menjadi prioritas dalam satu dekade ke depan, demikian kata Prof, Handono Kalim, Chairman of Indonesian Rheumatologist Association dan dosen Universitas Brawijaya Malang.
Peran Omega-3
Asam lemak Omega-3 adalah bentuk dari polyunsaturated fats, salah satu dari 4 tipe dasar dari lemak tubuh yang berasal dari makanan. Bentuk lemak lainnya adalah kolesterol, saturated fat, dan monounsaturated fat merupakan bentuk lemak lainnya.
Terlalu banyak makanana yang kaya akan saturated fats (asam lemak jenuh berhubungan dengan perkembangan penyakit-penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung bahkan kanker. Sementara semua polyunsaturated fast, termasuk Omega-3, disarankan dikonsumsi karena penting untuk kesehatan manusia.
Omega-3 banyak terdapat pada ikan salmon, tuna dan mackerel, Flaxseed, canola oil, and walnuts juga sumber asam lemak Omega-3. Eicosapentaenoic acid (EPA), dan docosahexaenoic acid (DHA), yang merupakan keluarga Omega-3, diketahui menghambat pemebentukan agen penyebab inflamasi.
Omega-3 dapat meringankan penderitaan akibat radang persendian serius dalam memperbaiki kartilago (lapisan pelindung pada ujung-ujung tulang) yang rusak serta menurunkan peradangan dan nyeri yang ditimbulkannya secara alami. Omega-3 juga ideal bagi mereka yang belum mempunyai problem persendian, tetapi ingin tetap fit dan aktif dengan persendian yang tetap terjaga.
Cod Liver Oil
Hasil riset Prof. Bruce Caterson dan Prof. John Harwood dari Cardiff University, Inggris, untuk pertama kalinya menyediakan bukti-bukti klinis peranan codliver oil, sumber utama Omega-3 dalam memelihara kesehatan persendian.
Cardiff University meneliti penggunaan asam lemak Omega-3 dalam sistem tubuh untuk mempelajari efek metabolisme kartilago. Penelitian ini menjelaskan bagaimana dan mengapa cod liver oil efektif dalam membantu memperlambat kerusakan kartilago dan menurunkan mediator inflamasi yang umum berhubungan dengan artritis. Hasil penelitian ilmiah dalam menemukan keefektifan Omega-3 (cod liver oil) ini akan dipublikasikan pada awal 2006.
Menurut Prof. Handono, Omega-3 efektif dalam perawatan penyakit persendian. Omega-3 menghambat peradangan, mengurangi sakit dan kekakuan dan meningkatkan daya gerak. Omega-3 dapat melindungi tulang rawan dan secara relatif aman dikonsumsi. Ia menjelaskan akan efek sampingnya yang kecil yakni diarem gangguan pencernaan, reaksi hipersentiv dan gangguan kulit (exanthema).
Mengatasi banyak penyakit
Konsumsi asam lemak ini telah menunjukkan penurunan yang signifikan terhadap risiko kematian mendadak yang disebabkan penyakit jantung koroner. Selain itu, asam lemak Omega-3 juga berfungsi sebagai antitrombosis dan antiinflamasi. Asam lemak ini pun telah sudah digunakan dalam perawatan hiperlipidemia dan hipertensi.
Beberapa studi telah menemukan bahwa minyak ikan pada dosis paling sedikit 3 gram per hari (satu studi yang menggunakan 18 g per hari) secara signifikan mengurangi kekakuan di pagi hari dan sejumlah kelemahan, penyempitan persendian pada pasien dengan rheumatoid arthritis. Efek-efek yang menguntungkan ini umumnya pasien menerima dosis yang lebih tinggi dari minyak ikan dan tidak tampak sebelum minyak ikan telah dikonsumsi paling sedikit 12 minggu.
Sekitar 1 gram per hari EPA dan DHA disarankan untuk melindungi jantung. Dosis yang lebih dari Omega-3 dibutuhkan untuk mengurangi tingkat trigliserida yang tinggi (2 sampai 4 g per hari) dan mengurangi kekakuan di pagi hari dan sejumlah persendian yang lemah pada pasien dengan rheumatoid artritis (paling sedikit 3 g per hari).
Menggantikan NSAID
Beberapa bukti penelitian menunjukkan bahwa rantai panjang asam lemak Omega-3 dapat mengurangi angka kesakitaan serta kekakuan pada persendian. Dengan omega-3 pasien pun memungkinkan untuk mengurangi dosis bahkan menghentikan obat-obatan, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin yang dapat merusak lapisan lambung. Tidak ada interaksi obat yang signifikan dengan asam lemak Omega-3.
Survei pada penderita rheumatoid arthritis mengkonfirmasikan bahwa minyak ikan selama 3 bulan berhubungan dengan penurunan pada persendian yang lemah dan kekakuan di pagi hari, Dilaporkan bahwa meningkatkan konsumsi asam lemak Omega-3 akan mengurangi mediator inflamasi dari rheumatoid arthritis.
Pada tahun 1998 dibuktikan bahwa rantai panjang asam lemak Omega-3 juga dapat meringankan radang persendian asteoartritis. Penelitian tim Cardiff University menemukan bahwa Omega-3 tidak hanya meredakan gejala inflamasi dari penyakit, tetapi juga dapat mematikan enzim-enzim yang merusak tulang rawan persendian.
Sumber: human health
|